
IRAU Malinau 2025
Tiga minggu panggung bersama untuk seluruh kelompok budaya yang tinggal di Kabupaten Malinau — Dayak sebagai tuan rumah, pendatang sebagai bagian dari keluarga yang sama.
- Pelaksanaan
- 5 — 26 Okt 2025
- Lokasi
- Kompleks Intimung
- Penyelenggara
- Pemkab Malinau
Angka-angka yang menutup IRAU XI.
Data resmi Disparbud Malinau, dihimpun dari tiket, retribusi, serapan UMKM, dan pendataan pengunjung hotel selama 21 hari pelaksanaan.
Output ekonomi
Serapan total dari 3 minggu kegiatan — UMKM, transportasi, akomodasi.
Durasi festival
Dari pembukaan adat 5 Oktober hingga ritual penutup 26 Oktober 2025.
Kelompok budaya
Sub-etnis Dayak sebagai tuan rumah bersama kelompok pendatang yang bermukim di Malinau.
Sanggar seni tampil
Dari total 42 sanggar aktif di 15 kecamatan Kabupaten Malinau.
Tiga minggu ketika Malinau menjadi rumah bersama.
Setiap dua tahun, kompleks Intimung di Malinau Kota berubah menjadi kota kecil dalam kota. Panggung berdiri berjajar, tenda-tenda budaya dari seluruh kelompok yang tinggal di kabupaten ini dibangun berdampingan, dan selama 21 hari Malinau menjadi tempat pertemuan seluruh budaya yang menyebutnya rumah.
Kata irau dalam bahasa Dayak berarti "kumpul" atau "pesta adat". Tapi di Malinau modern, IRAU lebih dari pesta adat satu kelompok. Ia adalah perwujudan visi kabupaten — bahwa Malinau adalah miniatur Indonesia, tempat Dayak sebagai masyarakat asli menjadi tuan rumah bagi kelompok pendatang yang bermukim, bekerja, dan membesarkan anak-anak di tanah yang sama.
"IRAU adalah ruang di mana semua kelompok budaya yang tinggal di Malinau mendapat panggung yang setara — tidak ada yang utama, tidak ada yang pelengkap."
Edisi XI dibuka dengan prosesi Peselai — ritual penyambutan yang melibatkan ratusan penari dari berbagai kelompok budaya partisipan, saling menyambung tarian dalam satu prosesi panjang. Selama 21 hari berikutnya, kompleks festival mempertemukan tari adat, musik sampek, barongsai, angklung, wayang, pertunjukan kolektif, lomba sumpit, perahu hias, pameran kuliner, dan forum tetua — tiap malam panggung utama berganti pengisi, tiap pagi tenda-tenda kelompok budaya membuka sendiri-sendiri.
Dari Festival Menjadi Mesin Ekonomi
Output ekonomi Rp 107,8 miliar pada 2025 adalah kenaikan 48% dari IRAU X tahun 2023. Angka ini dihitung dari belanja pengunjung di UMKM kuliner, transportasi air dan darat, akomodasi, serta retribusi formal. Sebagian besar dana bersirkulasi di dalam kabupaten — sebuah pencapaian yang sering luput di festival-festival daerah lain.
Sekitar 38 dari 42 sanggar seni Malinau tampil setidaknya sekali selama festival. Bagi banyak sanggar di kecamatan terpencil — dan bagi komunitas pendatang yang tidak punya ruang reguler untuk pertunjukan publik — IRAU adalah satu-satunya kesempatan tahunan untuk tampil di panggung berskala kabupaten.

Perjalanan dampak ekonomi lintas edisi.
Angka output ekonomi dalam Rupiah miliar, dihimpun oleh tim riset Disparbud Malinau dari tiap pelaksanaan biennial.
Tiga minggu, tujuh puluh kegiatan.
Ringkasan acara-acara kunci IRAU XI. Dokumentasi lengkap tersedia di arsip digital Disparbud.
Pembukaan & Prosesi Peselai
Ritual penyambutan dengan ratusan penari dari seluruh kelompok budaya partisipan, diikuti sambutan Bupati dan perwakilan tokoh masyarakat.
Forum Tokoh Masyarakat
Pertemuan tokoh dari 15 kecamatan beserta pimpinan komunitas pendatang. Topik: pewarisan bahasa, pengelolaan ruang budaya, regenerasi sanggar.
Kompetisi Sanggar Seni
38 sanggar tampil dalam sesi kompetisi tari tradisional, tari kreasi baru, musik sampek, angklung, dan barongsai. Tiga juara tiap kategori.
Pameran Kuliner & Kerajinan Lintas Budaya
120 stan UMKM dari 15 kecamatan plus tenda-tenda komunitas pendatang. Cooking demo tiap malam, kelas kerajinan tiap pagi.
Lomba Tradisional & Pertunjukan Kolektif
Sumpit, perahu hias, wayang, pertunjukan bilik-bilik budaya yang dibuka bergantian. Peserta dari seluruh kelompok partisipan.
Penutupan & Prosesi Berpisah
Ritual penutup yang dipimpin perwakilan seluruh kelompok budaya.
Empat belas budaya, satu panggung bersama.
Seluruh kelompok budaya yang tampil di IRAU XI 2025 — diurutkan alfabetis. Setiap kelompok mendapat ruang penampilan yang setara selama 21 hari festival.
Banjar
Komunitas Perantauan
Batak
Komunitas Perantauan
Bugis
Komunitas Perantauan
Dayak Abai
Kec. Mentarang
Dayak Berusu
Kec. Malinau Utara
Dayak Kayan
Kec. Kayan Hulu
Dayak Kenyah
Bahau Hulu - Malinau Selatan
Dayak Lundayeh
Kec. Mentarang Hulu
Dayak Merap
Kec. Malinau Utara
Dayak Punan
Kec. Sungai Tubu
Dayak Tagol
Kec. Mentarang Hulu
Dayak Tahol
Kec. Malinau Selatan
Jawa
Komunitas Perantauan
Tionghoa
Komunitas Perantauan
Daftar disusun berdasarkan partisipasi yang tercatat pada IRAU XI 2025. Kelompok budaya lain yang ingin berpartisipasi di IRAU XII 2027 dapat menghubungi Disparbud Malinau.