
Perahu Hias Sesayap 2026
Perlombaan tradisional peringatan kemerdekaan, menampilkan kreasi perahu dari desa-desa di sepanjang aliran Sesayap.
- Pelaksanaan
- 17 Agu 2026
- Lokasi
- Dermaga Malinau Kota
- Penyelenggara
- Pemkab Malinau
Kemeriahan Pesta Sungai Sesayap.
Data partisipasi dan keramaian festival perahu hias yang melintasi pusat kehidupan transportasi air Kabupaten Malinau.
Perahu berpartisipasi
Perahu kayu berukuran besar yang dihias ornamen khas etnis Dayak, Tidung, dan Bulungan.
Durasi parade
Perjalanan parade dari hulu sungai hingga berkumpul di Dermaga Malinau Kota.
Komunitas nelayan
Kolaborasi kelompok nelayan tradisional dan pemuda karang taruna desa.
Penonton langsung
Warga yang memadati sepanjang bantaran sungai Sesayap dan dermaga kota.
Warna-Warni Tradisi Mengapung di Atas Sesayap.
Bagi masyarakat Malinau, Sungai Sesayap adalah urat nadi kehidupan. Lomba Perahu Hias diadakan sebagai bentuk penghormatan atas sungai yang telah menghidupi dan menghubungkan desa-desa terpencil selama ratusan tahun.
Setiap perahu menampilkan ukiran kayu khas Dayak Kenyah, perisai perang adat, serta kubah tradisional bercorak Tidung. Dari kejauhan, parade perahu ini terlihat bagaikan naga-naga mistis yang menari-nari di atas tenangnya air sungai, diiringi tabuhan gong bertalu-talu dari atas geladak perahu.
"Sungai ini adalah jalan raya leluhur kami. Melalui perahu hias ini, kami merayakan sejarah dan persatuan di atas air yang sama."
Kompetisi tahun ini sangat ketat, karena penilaian tidak hanya mencakup keindahan dekorasi luar, melainkan juga kekompakan awak perahu dalam menyanyikan lagu-lagu perjuangan daerah secara live di atas kapal.
Acara ini memberikan dampak ekonomi instan bagi para penyedia jasa sewa perahu (ketinting) dan perahu cepat (speedboat), yang kebanjiran pesanan dari wisatawan yang ingin mengabadikan momen dari jarak dekat.
Di akhir hari, kemeriahan ditutup dengan pesta rakyat di dermaga kota, menyajikan ribuan makanan ringan berbahan dasar ikan sungai segar.
