Alam & Konservasi Malinau
Jelajahi keanekaragaman hayati paru-paru dunia. Temukan flora endemik, fauna langka, dan bentang alam konservasi yang dilindungi di Kabupaten Malinau.
9 item ditemukan
Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata)
Anggrek dengan lidah (labellum) berwarna hitam beludru bermotif garis hijau. Sangat harum dan mekar antara bulan Maret hingga Juni.
Kantong Semar (Nepenthes rajah)
Tanaman karnivora pemakan serangga yang memiliki kantong perangkap berukuran besar hingga mampu menampung air 2 liter.
Rafflesia Pricei
Bunga parasit raksasa tanpa akar dan daun. Mengeluarkan aroma busuk yang menyengat untuk menarik serangga penyerbuk saat mekar penuh.
Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus)
Kera besar berambut merah kecokelatan yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di atas kanopi pohon hutan Borneo. Sangat cerdas dan kini terancam punah.
Burung Enggang Papan (Buceros bicornis)
Burung berukuran besar dengan paruh kuning melengkung tebal dan mahkota tanduk. Menjadi lambang kesucian dan keagungan bagi suku Dayak.
Macan Dahan Kalimantan (Neofelis diardi)
Kucing liar besar yang memiliki pola tutul menyerupai awan/dahan di bulunya. Terkenal sebagai pemanjat pohon yang sangat tangkas.
Taman Nasional Kayan Mentarang
Kawasan hutan lindung terbesar di Kalimantan dengan luas 1,2 juta hektar. Menjadi rumah bagi flora/fauna endemik serta pemukiman masyarakat adat Dayak.
Cagar Alam Sekatak
Zona suaka perlindungan ekosistem rawa gambut dan hutan dataran rendah Borneo untuk menjaga stabilitas tata air.
Suaka Margasatwa Sungai Malinau
Kawasan suaka margasatwa untuk perlindungan burung air, buaya muara, enggang, dan kelestarian habitat daerah aliran sungai.