Rakang merupakan istilah masyarakat Dayak Lundayeh di Desa Lidung Kemenci untuk menyebutkan sebuah tiang kayu ulin yang ditancapkan di tanah dan pada bagian atas dijadikan sebagai tempat menempatkan tempayan yang berisi kerangka mayat. Tinggi dan diameter berbeda-beda tergantung kebutuhan dan ketersediaan bahan yang ada. Tiang kayu ini dibentuk terlebih dahulu dari kayu bulat sesuai kebutuhan dan keinginan dan di beberapa bidang diukir/dipahat atau diberi motif-motif tertentu. Pada Rakang Lidung Kemenci ini, motif pahat berada di bagian tengah berupa pola segitiga dan segitiga terbalik. Pada bagian tiang bawah tidak dibentuk secara khusus, sedangkan di atas pahatan yang langsung menyangga tempayan dibuat membulat berbentuk seperti botol besar di tengah. Pada bagian kemuncak, tempat meletakkan tempayan diberi lubang seukuran dasar tempayan, sehingga bagian bawah tempayan masuk ke dalam tiang kayu. Tempayan yang dijadikan sebagai tempat penguburan berupa tempayan dari negara luar, berwarna coklat dan berbentuk langsing. Kondisinya sudah pecah pada satu sisi badan dan dasar tempayan, tergeletak miring di puncak tiang kayu. Dari bagian yang berlubang, terlihat sepotong keluar dari dalam tempayan.
Temukan cagar budaya lain dan kenali cerita yang membentuk identitas masyarakat Malinau.